
Polres Semarang_Polda Jateng β Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Agar teknologi tersebut dimanfaatkan secara tepat dan bertanggung jawab, Polres Semarang memberikan edukasi kepada 400 siswa SMA Negeri 1 Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (14/9/2026).
Kegiatan pelatihan yang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB di Aula SMA Negeri 1 Tengaran tersebut tidak hanya mengenalkan teknologi AI, tetapi juga membekali para siswa agar mampu menggunakan AI secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan AI dalam pembelajaran, cara memanfaatkan teknologi secara positif, hingga mengenali dampak yang dapat muncul apabila AI digunakan tanpa pertimbangan dan tanggung jawab.
Polres Semarang juga mendorong para pelajar untuk tidak menjadikan AI sebagai jalan pintas dalam menyelesaikan tugas sekolah. Sebaliknya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mencari ide, memahami materi, mengembangkan kreativitas, serta memperluas wawasan.
Hal penting lainnya adalah kemampuan siswa dalam mengevaluasi informasi yang dihasilkan AI. Para pelajar diberikan pemahaman bahwa jawaban dari AI tidak selalu benar sehingga tetap diperlukan kemampuan berpikir kritis dan melakukan pengecekan terhadap informasi yang diterima.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali kemungkinan adanya bias dalam keluaran AI serta menganalisis informasi secara logis, bukan sekadar menerima setiap jawaban yang diberikan teknologi.
βAI bisa menjadi alat yang sangat membantu dalam belajar, tetapi penggunaannya tetap harus disertai tanggung jawab. Jangan sampai teknologi justru membuat kita malas berpikir atau menerima informasi begitu saja,β menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kegiatan edukasi tersebut.
Kegiatan yang diikuti 400 siswa ini merupakan bagian dari upaya Polres Semarang dalam mendorong literasi digital di kalangan generasi muda. Edukasi tidak hanya diarahkan pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran agar pelajar mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan beretika.
Polres Semarang berharap pemahaman tersebut dapat diterapkan para siswa dalam aktivitas sehari-hari, baik ketika menggunakan AI untuk pembelajaran maupun saat beraktivitas di ruang digital.
Selama kegiatan berlangsung, pelatihan berjalan aman, tertib, dan mendapat perhatian dari para peserta.
